Bengkulu — SMA Budi Utomo Kota Bengkulu menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Tahun 2025 dengan fokus pada Peningkatan Kompetensi Guru dalam Penguatan Mental dan Psikologis Peserta Didik. Kegiatan ini digelar pada Sabtu, 22 November 2025, bertempat di Aula SMA Budi Utomo dan diikuti oleh 22 pendidik dan tenaga kependidikan.

Dalam pelaksanaannya, sekolah menghadirkan narasumber seorang Psikolog dan Konsultan Pendidikan, Dra. Anni Suparti, M.S., Psikolog. Pada paparannya, Anni menegaskan bahwa sekolah bukan hanya sekadar tempat memperoleh ilmu, tetapi juga zona aman bagi seluruh siswa.
“Keberagaman adalah kekuatan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak, tanpa diskriminasi dan tanpa intimidasi,” tegasnya.
Anni juga memaparkan data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud) tahun 2024 yang menunjukkan bahwa satu dari sepuluh anak di Indonesia mengalami diskriminasi di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, guru memiliki peran strategis sebagai fasilitator sekaligus mediator konflik.
“Setiap murid memiliki kapasitas berbeda-beda. Guru perlu menjadi fasilitator yang adaptif dan memiliki kemampuan mediasi agar dapat membangun lingkungan belajar yang sehat,” tambahnya.
Pada sesi materi, peserta IHT mendapatkan penjelasan mengenai pendekatan pembelajaran diferensiasi, yang menekankan penyesuaian materi, metode, dan sistem penilaian berdasarkan kebutuhan siswa. Implementasinya dapat dilakukan melalui:
- Penggunaan media visual, audio, dan kinestetik dalam pembelajaran.
- Variasi metode penyampaian materi.
- Penyesuaian waktu serta format ujian secara fleksibel sesuai kebutuhan siswa.
Anni menegaskan pentingnya kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa dalam membangun pendidikan yang sehat dan berkarakter.

Sementara itu, Kepala SMA Budi Utomo, Muhammad Yasir, S.Pd, menyampaikan bahwa IHT ini merupakan komitmen sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
“Tujuan IHT ini adalah membentuk pendidikan yang sehat, berkualitas, dan berkarakter luhur. Guru harus berkhidmat, bertanggung jawab secara profesional, dan berkomitmen penuh terhadap kesuksesan setiap siswa,” tuturnya.
Dengan pelatihan ini, SMA Budi Utomo berharap seluruh tenaga pendidik semakin siap menghadapi tantangan dunia pendidikan modern, sekaligus memperkuat peran sekolah sebagai ruang aman dan inklusif bagi setiap peserta didik.




